Persiapkan 5 Hal Ini Apabila Kamu Ingin Kuliah di Luar Negeri

Kuliah di Luar negeri tentu memiliki persiapan yang berbeda dengan persiapan berkuliah di dalam negeri. Pasalnya, persiapan kuliah di luar negeri memiliki proses & akan memakan waktu yang jauh lebih panjang. Usaha yang dikerahkan pun pastinya juga tidak boleh setengah-setengah.

Oleh sebab itu, keputusan untuk kuliah di luar negeri pun juga bukan sesuatu yang bisa kamu lakukan secara instan. Agar dapat berkuliah di universitas impian di negara tujuan (setelah mengantongi izin ortu), kamu harus memiliki komitmen yang kuat untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin dari sekarang. Nah, apa saja sih persiapan yang harus dilakukan sebelum kuliah di luar negeri? Simak artikel berikut ini.

DOWNLOAD SOFTWARE APLIKASI GRATIS

5 Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kuliah di Luar Negeri

kuliah di luar negeri

1. Memilih negara tujuan, jurusan, dan universitas yang diinginkan

Saat menentukan negara tujuan, kamu harus benar-benar paham alasan kenapa kamu memilih negara tersebut agar tidak menyesal ketika akhirnya kamu “terjun ke lapangan”. Perbanyak mencari tahu soal negara tujuan; mulai dari biaya hidup, adat & kebudayaan, sampai tempat-tempat penting dan makanannya dari berbagai sumber terpercaya yang bisa kamu temui.

Kamu bisa browsing dari internet, bertanya kepada senior, atau bahkan datang langsung ke kedutaan negara tersebut. Jangan lupa untuk mencocokkan minat & bakat kamu dengan jurusan apa yang akan kamu ambil. Pastikan universitas tujuan kamu memiliki sarana & prasana yang maksimal untuk menunjang studi kamu.

2. Nilai tes kemampuan Bahasa Inggris

Apabila ingin berkuliah ke negara mana pun, pastinya kamu harus mempunyai kemampuan berbahasa inggris sebagai bahasa universal yang mumpuni. Kemampuan berbahasa Inggris yang paling dasar dan wajib kamu kuasai untuk dapat berinteraksi di kehidupan sehari-hari adalah kemampuan berkomunikasi secara langsung, yaitu berbicara (speaking) & mendengarkan (listening). Biasakanlah diri kamu untuk berkomunikasi langsung menggunakan Bahasa Inggris sejak dini, agar ketika di negara tujuan kamutidak merasa canggung & gelagapan.

Nilai ukur sebagai syarat pendaftaran pun juga tidak boleh dilupakan! Ikuti tes kemampuan Bahasa Inggris seperti TOEFL / IELTS sesuai dengan universitas & negara yang mempersyaratkan jenis tes yang dibutuhkan. Untuk hasil yang paling maksimal, kamu dapat mengikuti kursus persiapan tes atau belajar secara otodidak menggunakan contoh soal dari situs internet & buku-buku panduan.

3. Dokumen perjalanan

Karena kamu akan menempuh studi di negara lain, sebagai warga negara asing, pastinya kamu membutuhkan dokumen-dokumen asli dari negara untuk memenuhi izin dan persyaratan teknis. Dokumen perjalanan yang paling penting untuk kamu persiapkan adalah paspor & visa pelajar. Untuk berjaga-jaga, fotokopilah semua dokumen pelajar asli kamu & simpan di tempat yang aman. Karena paspor & visa pelajar tidak bisa didapatkan secara instan, ada baiknya kalau kamu mengurus kedua dokumen ini segera setelah kamu memutuskan untuk berkuliah di luar negeri.

Sedikit tips, daripada harus membawa dokumen-dokumen penting kemana-mana, ada baiknya kamu memfoto / scan halaman depan paspor, halaman cap ketibaan & visa pelajar dengan handphone kamu.

Baca Juga : TIPS MUDAH LOLOS BEASISWA LPDP

4. Transkrip nilai, personal statement dan recommendation letter

Dari sisi akademis, dokumen yang paling penting untuk kamu persiapkan adalah transkrip nilai yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris & disahkan oleh pihak yang berwenang. Meskipun tidak selalu, ada juga institusi tertentu yang mensyaratkan dokumen bukti bahwa kamu sudah menyelesaikan pendidikan dasar selama 12 tahun atau setara dari negara asal.

Berbeda dengan pendaftaran kuliah di dalam negeri yang sistemnya hanya “setor nilai”, kuliah di luar negeri membutuhkan pembuktian kesiapan & komitmen kamu secara tertulis. Makanya, kamu juga harus mempersiapkan personal statement & recommendation letter yang baik untuk memperbesar peluang kamu diterima di universitas tujuan.

Personal statement / statement of purpose yakni surat pernyataan untuk meyakinkan universitas kenapa mereka harus menerima kamu sebagai mahasiswa mereka. Kamu harus bisa menuangkan kesan positif yang kamu miliki ke dalamnya. Maka, sisakan waktu yang banyak untuk menulis personal statement yang menampilkan alasan kamu tertarik kuliah di jurusan spesifik di universitas tersebut.

Sedangkan recommendation letter adalah rekomendasi fisik yang sering diminta oleh universitas tujuan, yaitu berupa surat dari orang yang berkualifikasi seperti guru sekolah / guidance counsellor. Mulai sekarang, carilah orang yang mengenal kemampuan akademik serta karakter kamu sebagai seorang pelajar untuk dapat menampilkan “sisi lain” terbaik kamu di dalam surat tersebut.

Baca Juga : INI DIA 5 APLIKASI TRANSLATE BAHASA TERBAIK.

5. Kesehatan fisik dan mental

Kesehatan adalah hal yang paling penting untuk dapat mengerjar studi setinggi dan sejauh mungkin, namun juga menjadi hal yang paling sering dilupakan untuk dipersiapkan semaksimal mungkin. Jagalah kesehatan fisik kamu sebaik mungkin selama kamu masih berada di negara sendiri. Seimbangkan kegiatan belajar dengan olahraga atau beristirahat dengan frekuensi dan proporsi yang pas.

Agar kamu lebih tenang, segera daftarkan diri ke program asuransi untuk pelajar. Jangan lupa untuk lakukan medical check-up sebelum keberangkatan, dan meminta surat bebas penyakit sebagai salah satu syarat berkuliah ke luar negeri. Mental yang kuat juga akan sangat membantu kamu untuk bisa survive di sana. Biasakanlah untuk hidup mandiri, tidak banyak mengeluh, dan membuka diri untuk mencoba hal-hal baru agar kamu nggak terkena culture shock dan homesick setibanya di sana.

Agar kamu bisa mempersiapkan segala hal (terutama dokumen dan berkas resmi) dengan maksimal dan tidak terbebani oleh waktu, waktu ideal untuk kamu memulai adalah minimal 18 bulan sebelum tenggang waktu pendaftaran.

ADD YOUR COMMENT